PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN
MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS VI
SD NEGERI 1 TEGOWANU KULON
TAHUN PELAJARAN 2012-2013
OLEH
SUPARNO, S.Ag
NIP. 19660305200003012002
SD NEGERI 1 TEGOWANU KULON
Jl Jembangan No 05 Tegowanu Kulon
Kecamatan Tegowanu
Kabupaten Grobogan
Propinsi Jawa Tengah
2012
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK
MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS VI TEGOWANU KULON PELAJARAN 2012-2013
BIDANG KAJIAN.
Bidang kajian
penelitian ini adalah “ Strategi dan Metode Pengajaran dalam Pembelajaran di
Kelas “ yiatu pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Matematika .
PENELITI
a. Peneliti : Suparno,
S.Ag
b.
Jenis Kelamin : Laki - laki
c.
Pangkat / Gol / NIP : Guru Muda Tk.1 / III, b
/ 196603052000031002
d.
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
e.
Asal Sekolah : SD Negeri 1 Tegowanu Kulon
LAMA PENELITIAN
Penelitian ini
diperkirakan memerlukan waktu 2
bulan diawali bulan Agustus sampai dengan September tahun 2011.
Pembimbing Peneliti
........................
Suparno, S.Ag
Kepala SDN Negeri 1Tegowanu Kulon Petugas
Perpustakaan
SDN 1 Tegowanu Kulon Surakarta
Rukini, A.Ma.Pd Sumiyatun ,S.Pd
NIP. 195303021974012002 Pustakawan SDN 1 Tegowanu Kulon
ABSTRAKSI
Suparno, S.Ag “PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATERI MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS VI
Penelitian ini bertujuan untuk mencari suatu strategi pembelajaran yang
efektif dan Efisien dalam mengajarkan materi Matematika bagi siswa kelas VI dengan cara mengaktifkan siswa pada
pembelajarann. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui
2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan ,
observasi dan refleksi. Sedang untuk
mengaktifkan siswa dalam penelitian ini , peneliti menggunakan lembar
kerja yang diberikan kepada siswa dalam kelompok besar dan kelompok kecil.
Yang menjadi
subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI SDN 1 Tegowanu Kulon sedang objeknya adalah pembelajaran materi Volume bangun ruang pada mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan cara
mengaktifkan siswa dalam kelompok kecil dan kelompok besar.
Dari penelitian
yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes
tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya
peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi logaritma yang
diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini mulai dari siklus I siswa dapat
meningkat sebesar 28 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I
setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 30 %.
Dari Hasil
penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pengambil
jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk
mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan tehnik
mengaktifkan siswa .
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat , taufik dan
hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah yang
berjudul “MENINGKATKAN MOTIFASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN VOLUME BANGUN RUANG DENGAN METODE PENDEKAAN BERBASIS AKIVITAS TERHADAP SISWA KELAS VI SDN 1 TEGOWANU KULON KEC.TEGOWANU KAB.GROBOGAN “.
Penulisan
karya tulis ilmiah adalah merupakan
salah satu tugas dan persyaratan untuk meningkatkan golongan ruang dalam
kepegawaian yaitu dari III/a menjadi III/B.
Dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini penulis masih banyak kekurangan- kekurangan
baik pada
Tehnis penulisan
maupun materi, mengingan akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik
dan
Saran dari semua
fihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan karya tulis ini.
Dalam penulisan karya tulis ilmiah
ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada
fihak-fihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada
;
1.
Ibu Rukini,A.Ma.Pd selakuKepala SD Negeri 1
Tegowanu Kulon serta segenap jajarannya yang telah memberikan kemudahan -kemudahan baik berupa moril dan
materiil selama dalam penyusunan karya tulis
ilmiah ini.
2.
Ibu Sri Asih, S.Pd selaku guru
kelas II SD Negeri 1 Tegowanu Kulon yang
telah membantu menyiapkan anak didiknya
untuk pelaksanaan penelitian di kelas.
3.
Ibu Sumiyatun,S. Pd selaku
pengelola perpustakaan yang telah meluangkan waktu,tenaga dan pikiran dalam
pelaksanaan bimbingan dalam rangka
penyelesaian penyusunankarya tulis ilmiah ini untuk dipublikasikan di
perpustakaan sekolah.
4.
Secara khusus penulis menyampaikan
terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan
bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis dalam menyelesaiakan
penulisan karya tulis ini.
5.
semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan karya
tulis ilmiah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal
pada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua
bantuan ini sebagai ibadah Amin yaa robbal ‘alamin .
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ...................................................................................................... i
Halaman
Pengesahan ............................................................................................ ii
Abstraksi
.............................................................................................................. iii
Kata
Pengantar ..................................................................................................... iv
Daftar
Isi .............................................................................................................. v
Daftar
Gambar ..................................................................................................... vi
Daftar
Lampiran.................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN.
A.
Latar Belakang. .................................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................................................. 2
C.
Tujuan Penelitian................................................................................................... 2
D.
Manfaat Penelitian................................................................................................ 3
BAB
II KAJIAN PUSTAKA
A.
Kajian Teori .......................................................................................................... 4
1.
Strategi Belajar dan Mengajar .............................................................................. 4
2.
Strategi Pembelajaran Aktif ................................................................................. 5
3.
Pembelajaran Efektif ............................................................................................ 21
4.
Hasil Belajar Matematika ..................................................................................... 24
B.
Hasil Penelitian yang Relevan .............................................................................. 26
C.
Kerangka Pemikiran ............................................................................................. 26
D.
Hipotesis Tindakan ............................................................................................... 28
BAB
III PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Setting Penelitian.................................................................................................. 29
B.
Subjek Penelitian................................................................................................... 29
C.
Tehnik dan Alat Pengumpul Data......................................................................... 30
D.
Validasi Data......................................................................................................... 31
E.
Indikator Keberhasilan.......................................................................................... 31
F.
Prosedur Penelitian Tiap Siklus............................................................................. 32
BAB
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.
A
Diskripsi Awal ...................................................................................................... 36
B
Diskripsi Siklus I .................................................................................................. 39
C
Diskripsi Siklus II ................................................................................................. 44
D
Diskripsi antar Siklus ............................................................................................ 47
E
Pembahasan dan Kesimpulan ............................................................................... 48
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN
A
Kesimpulan ........................................................................................................... 49
B
Saran 50
DAFTAR
PUSTAKA .......................................................................................... 51
LAMPIRAN
........................................................................................................ 52
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
- Diagram kerangka berfikir ........................................................................ 27
- Situasi pembelajaran dengan metode ceramah oleh Guru ........................ 37
- Situasi siswa dalam mengerjakan lembar kerja kelompok besar ............... 41
- Situasi pengerjaan lembar kerja pada kelompok kecil .............................. 45
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
Halaman
1.
Silabus materi bentuk logaritma ............................................................... 52
2.
Rencana pelaksanaan pembelajaran 1
....................................................... 53
3.
Lembar kerja siswa 1 ............................................................................... 55
4.
Pembahasan lembar kerja 1 ...................................................................... 57
5.
Soal Post Test ke 1 .................................................................................. 59
6.
Rencana pelaksanaan pembelajaran 2
....................................................... 61
7.
Lembar kerja siswa 2 ................................................................................ 63
8.
Pembahasan lembar kerja siswa 2 ............................................................. 65
9.
Soal Post Test ke 2 ................................................................................... 67
10. Nilai hasil post test dari kondisi awal hingga siklus II ............................. 68
11. Nilai hasil pekembangan penguasaan kompetensi dasar .......................... 69
BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang.
Pada tahun pelajaran 2011 – 2012 sekarang
ini SD Negeri 1 Tegowanu Kulon mengadakan program
khusus yaitu program efektifitasi keagamaan yang merupakan program
rintisan ,sehingga pada pelaksanaan pengajaran yang dilakukan perlu adanya
penelitian agar didapatkan pengajaran yang paling efektif untuk
digunakan baik pada kesempatan yang sekarang maupun yang akan datang.
Pada kesempatan ini peneliti mengadakan penelitian
tentang rendahnya penguasaan siswa pada materi psikomotorik ibadah , dan yang menjadi focus pada penelitian ini
adalah tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam mengajarkan
materi ibadah praktikun
tersebut.
Tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan guru
tersebut diduga akibat kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi
pembelajaran. Hal ini ditandai adanya
kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode ceramah
secara klasikal.
Dilandasi
keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat dan efisien untuk
meningkatkan hasil nilai penguasaan materi agama dari siswa program efektifitas keagamaanpada SD Negeri 1 Tegowanu Kulon inilah,
maka peneliti merasa perlu mengadakan
penelitian tindakan kelas ini.
Peningkatan hasil belajar pada materi efektifitas ibadah, pembelajaran yang
diharapkan oleh peneliti adalah dengan langkah mengarahkan pembelajaran siswa
aktif secara kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Selain harapan yang telah disampaikan
diatas penelitian ini diharapkan dapat merubah paradigma guru dalam
melakukan pembelajaran dari guru sebagai
pusat belajar agar beralih ke siswa.
Guna mewujudkan harapan yang diinginkan oleh peneliti
seperti di atas maka peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan
menggunakan teknik pembelajaran kelompok besar dan pembelajaran kelompok kecil
B
Rumusan Masalah.
Rumusan masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1
Apakah melalui strategi
pembelajaran aktif dapat meningkatkan
penguasaan materi ibadah bagi
siswa kelas III program efektifitas pada SD Negeri 1 Tgegowanu kulon ?
2
Apakah strategi pembelajaran aktif
merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi ibadah bagi siswa kelas III program efektifitas di SD Negeri
1 Tegowanu Kulon ?
C Tujuan Penelitian.
Tujuan dari pada penelitian yang dilakukan pada kelas III program efektifitas di SD Negeri 1 Tegowanu Kulon ini adalah :
1
Secara umum tujuan dari penelitian
ini adalah untuk meningkatkan penguasaan materi matematika bagi siswa kelas VI
program efektifitas.
2
Mencari pengajaran yang efektif
untuk mengajarkan materi matematika
bagi siswa kelasVI program efektifitas.
3
Meningkatkan penguasaan materimatematika bagi siwa kelas VI program efektifitas di SD Negeri 1 Tegowanu Kulon tahun pelajaran
2012– 2013 dengan menggunakan strategi pembelajaran
aktif.
D Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
- siswa dapat meningkatkan penguasaan materi ibadah melalui strategi pembelajaran aktif.
- siswa dapat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi ibadah tersebut dengan secara aktif dalam pembelajaran.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A
Kajian Teori
1
Strategi Belajar dan
Mengajar.
Pada setiap pengajaran ada tujuan yang
harus dicapai dan untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan
topik – topik yang didalamnya ada konsep
– konsep yang harus sampai pada siswa, dan untuk itu diperlukan pendekatan
tertentu seperti pemecahan masalah , latiahan soal , latih – hafal dan mungkin
dengan pendekatan yang lainnya.
Andi Hakim Nasution ( 1988 : 243 )
menyatakan bahwa dalam suatu pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi
kurikulum tertentu prinsip keterlaksanaan dipenggaruhi oleh empat komponen
pokok yaitu pembawa materi , penyaji materi , pendekatan dan penerima materi.
Pengaturan materi kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar.
Pada pengajaran matematika sampai sekarang
ini masih menggunakan strategi belajar mengajar langsung dan sempit. Maksudnya
adlah materi pelajaran yang dibawakan guru itu sempit ( dikumpulkan oleh guru
itu sendiri ) , penyajinya guru itu sendiri pendekatan yang digunakan deduktif
dan siswa yang menerimanya adalah kelompok besar, padahal bila dilihat dari
kombinasi yang ada dalam strategi pembelajaran paling tidak ada 81 kombinasi
yang dapat dilaksanakan dalam pengajaran.
2
Strategi Pembelajaran Aktif
a.
Pengertian Strategi
Pembelajaran Aktif
Strategi merupakan istilah lain dari pendekatan, metode atau
cara. Di dalam kepustakaan
pendidikan istilah-istilah tersebut di atas sering digunakan secara bergantian.
Menurut Udin S. Winataputra & Tita Rosita ( 1995: 124) istilah strategi
secara harfiah adalah akal atau siasat. Sedangkan strategi pembelajaran
diartikan sebagai urutan langkah atau prosedur yang digunakan guru untuk
membawa siswa dalam suasana tertentu untuk mencapai tujuan belajarnya.
Sedangkan
pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani
(2007:xvi) adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar
secara aktif. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang
mendominasi aktifitas pembelajaran. Di sisi lain, Silberman (2006:35-41)
menyatakan lingkungan fisik dalam kelas dapat mendukung atau menghambat
kegiatan belajar aktif. Sehingga dari pernyataan tersebut perlengkapan kelas
perlu disusun ulang untuk menciptakan formasi tertentu yang sesuai dengan
kondisi belajar siswa. Namun begitu di
tidak ada satu susunan atau tata letak yang mutlak ideal, namun ada banyak
pilihan yang tersedia. Sepuluh kemungkinan susunan tata letak meja dan kursi
yang disarankan sebagai berikut: bentuk U, gaya tim, meja konferensi,
lingkaran, kelompok pada kelompok, ruang kerja, pengelompokan berpencar,
formasi tanda pangkat, ruang kelas tradisional, auditorium. Sejalan dengan
pendapat tersebut, Syamsu Mappa dan Anisa Basleman (1994:46) menyatakan penggunaan
meja, kursi dan papan tulis berroda lebih memungkinkan berlangsungnya proses
interaksi belajar dan membelajarkan yang bergairah.
Aktifitas
siswa belajar di kelas terwujud bila terjadi interaksi antar warga kelas. Boakes dalam Mar’at (1984:110) menyatakan
bahwa di dalam interaksi ada aktifitas yang bersifat resiprokal (timbal balik)
dan berdasarkan atas kebutuhan bersama, ada aktifitas daripada pengungkapan
perasaan, dan ada hubungan untuk tukar-menukar pengetahuan yang didasarkan take and give, yang semuanya dinyatakan
dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan. Lebih lanjut, Syamsu Mappa dan Anisa
Basleman (1994:46) menyatakan hubungan timbal balik antar warga kelas yang
harmonis dapat merangsang terwujudnya masyarakat kelas yang gemar belajar. Dengan
demikian, upaya mengaktifkan siswa belajar dapat dilakukan dengan mengupayakan
timbulnya interaksi yang harmonis antar warga di dalam kelas. Interaksi ini
akan terjadi bila setiap warga kelas melihat dan merasakan bahwa kegiatan
belajar tersebut sebagai sarana memenuhi kebutuhannya. Dalam kaitannya dengan
proses pembelajaran, berdasarkan teori kebutuhan Maslow, Silberman (2006:30)
menyatakan kebutuhan akan rasa aman harus dipenuhi sebelum bisa dipenuhinya
kebutuhan untuk mencapai sesuatu, mengambil resiko, dan menggali hal-hal baru.
Dari
pembahasan di atas, tip – tip dibawah ini dapat digunakan guru untuk mengarah
pada strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar:
1) Selalu berpenampilan
menarik dan penuh wibawa.
Kesan pertama siswa saat bertemu gurunya
adalah fisik dari guru tersebut. dengan penampilan yang menarik dan penuh
wibawa akan membuat kesan yang positif dari siswa, sehingga dengan mudah guru
akan dapat membawa siswa kedalam suasana belajar yang guru inginkan.
2) Manfaatkan pertemuan
pertama dengan siswa untuk perkenalan antar warga kelas, tunjukkan cara-cara
belajar matematika yang baik, buatlah kesepakatan (kontrak) terkait norma-norma
yang harus dipatuhi oleh warga kelas.
3) Buatlah formasi tata
letak meja, kursi, pajangan dinding, dan perabot kelas yang lain sesuai dengan
kesepakatan warga kelas dan kebutuhan.
4) Siapkan semua
peralatan yang akan digunakan di dalam
ruang kelas sebelum memulai pembelajaran.
5) Mulailah proses
belajar mengajar dengan materi yang ringan
tetapi menantang yang dapat merangsang siswa turut aktif berfikir.
Kemudian masuk pada materi yang akan kita ajarkan dengan senantiasa melibatkan
siswa dalam proses belajar mengajar. Misalkan senantiasa mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang kita ajarkan agar siswa lebih mudah
memahami materi yang kita berikan.
6) Selalu memulai dan
mengakhiri pembelajaran tepat waktu serta dengan salam yang menghangatkan,
yaitu salam penuh kasih dan hormat.
7) Gunakan bahasa yang
santun, hormat, dan dengan nada bicara yang lembut.
8) Memahami dan
menghormati berbagai perbedaan yang ada.
9)
Menghormati kerahasiaan setiap
siswa
10) Tidak merendahkan dan mencemooh siswa
11) Memberi kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk bicara dan
jangan mengintrupsi pembicaraan siswa
12) Bila seorang siswa mengemukakan pendapat, jadilah pendengar yang
baik dan selanjutnya berikan kesempatan kepada
siswa lain untuk memahaminya dan memberikan komentarnya.
13) Memahami dan menghormati pendapat setiap siswa, bila perlu
melancarkan kritik: gunakan bahasa yang mengayomi, dan bila kritik bersifat
pribadi seyogyanya dilakukan di ruang khusus.
14) Sekali waktu, berilah kesempatan kepada siswa untuk memberikan
saran atau kritik guna perbaikan proses pembelajaran.
15) Sediakan waktu untuk
berkomunikasi dengan siswa di luar kelas.
b.
Prosedur Pembelajaran Aktif
Proses pembelajaran di kelas dapat
dipandang sebagai tiga bagian kegiatan yang terurut, yaitu: kegiatan awal
(pendahuluan), kegiatan inti, dan kegiatan akhir (penutup). Dengan demikian,
strategi pembelajaran aktif dapat dirumuskan sebagai prosedur kegiatan yang
mengaktifkan siswa pada setiap bagian kegiatan secara terurut. Prosedur
tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Prosedur Mengaktifkan
Siswa Belajar Matematika Pada Awal Pembelajaran
Dimensi pertama dalam peristiwa belajar matematika adalah membangun sikap
dan persepsi positif terhadap belajar dan matematika sebagai obyek belajar.
Kesiapan mental untuk terlibat dalam pembelajaran mutlak dicapai dalam
mengaktifkan siswa belajar matematika, oleh karenanya kegiatan membangunkan
sikap dan persepsi positif siswa harus dilakukan sejak awal dimulainya
pembelajaran. Hal yang harus dilakukan guru pada awal pembelajaran adalah
membangunkan minat, membangunkan rasa ingin tahu, dan merangsang siswa untuk
berfikir. Bila minat siswa, rasa ingin tahu siswa telah bangkit, serta siswa telah terangsang untuk berfikir ini
berarti siswa telah siap secara mental untuk terlibat secara aktif dalam
pembelajaran matematika, dan bila
terjadi sebaliknya berarti secara mental siswa belum siap terlibat dalam
pembelajaran.
Dengan memodifikasi strategi berbagi pengetahuan secara aktif,
Silberman (2006:100-102), mengawali
kegiatan pembelajaran aktif dengan prosedur
sebagai berikut:
a)
Tentukan rentang waktu yang pasti
untuk kegiatan awal pembelajaran.
b) Ucapkan salam pembuka
yang menghangatkan siswa.
c)
Sediakan daftar pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran matematika
yang akan diajarkan. Misalnya:
(1)
kata-kata untuk didefinisikan,
(2)
soal-soal sederhana dari aplikasi
rumus yang telah dikenal,
(3)
pertanyaan tentang aplikasi
matematika sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
b)
Perintahkan siswa untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu sebaik yang mereka bisa dan dalam waktu yang telah
ditentukan.
c)
Perintahkan siswa untuk menyebar
di kelas, menanyakan kepada temannya jawaban pertanyaan yang dia sendiri tidak
tahu jawabannya, Doronglah siswa untuk saling membantu.
d)
Perintahkan untuk kembali ke
tempat semula dan gunakan teknik tanya jawab untuk membahas jawaban yang mereka
dapatkan.
e)
Gunakan pertanyaan-pertanyaan
arahan sebagai upaya merangsang berfikir siswa menjawab pertanyaan yang tak
satupun siswa bisa menjawab.
f)
Gunakan informasi-informasi yang
diperoleh dalam kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkenalkan topik-topik
penting materi pelajaran dalam kegiatan inti.
Secara umum, manusia tidak menyukai suatu kegiatan
yang kurang bervariasi. Oleh karenanya perlu dipilih kegiatan lain sebagai
variasi kegiatan di atas. Berikut ini dapat menjadi alternatif pilihan.
(1)
Daftar pertanyaan dapat diganti
dengan menyediakan kartu indeks dan perintahkan siswa untuk menuliskan satu
informasi yang menurut siswa akurat tentang materi yang akan diajarkan.
(2)
Kegiatan menyebar dapat diganti
dengan merotasi pertukaran pendapat antar kelompok belajar di kelas.
2)
Prosedur Mengaktifkan Siswa
Belajar Matematika Pada Kegiatan Inti Pembelajaran
Telah dikemukakan di atas
bahwa pendidikan matematika di segala jenjang dimaksudkan untuk membangun
pengetahuan, keterampilan dan sikap terkait dengan matematika. Pembelajaran
aktif dalam pendidikan matematika dapat berlangsung dalam proses penyelidikan
atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari (aktif) bukan
sekedar menerima (reaktif). Kondisi ini terjadi jika siswa dilibatkan dalam
tugas dan kegiatan yang secara halus mendesak mereka untuk berfikir, bekerja,
dan merasakan.
Berdasarkan pendapat di atas,
upaya yang harus dilakukan guru untuk mengaktifkan siswa belajar matematika
adalah: (1) mengkondisikan situasi belajar matematika menjadi kegiatan siswa
mengupayakan pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan,
baik masalah atau pertanyaan yang diajukan guru maupun siswa; (2) mendorong
ketertarikan siswa untuk mendapatkan informasi atau menguasai keterampilan
melalui pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan; (3) mendesak
siswa secara halus untuk bergerak mengkaji atau menilai suatu jawaban
pertanyaan, suatu pendapat (gagasan),
atau suatu penyelesaian masalah. Guru dapat menggunakan berbagai
strategi dengan berbagai teknik untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan inti.
Dengan memodifikasi pendapat Silberman (2006:117-206), strategi berikut ini
dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa belajar matematika:
a)
Menstimulir rasa ingin tahu
siswa
Prosedur
(1) Ajukan
pertanyaan/masalah yang kompleks (njelimet) atau yang mempunyai beberapa
kemungkinan jawaban untuk menstimulasi keingintahuan siswa tentang materi yang
akan diajarkan.
Pertanyaan yang disajikan
haruslah merupakan pertanyaan yang menurut guru ada beberapa siswa yang
mengetahui jawabannya atau bagian dari jawaban. Pertanyaan dapat berupa
pertanyaan sehari-hari, cara melakukan sesuatu, definisi, cara kerja
(prosedur).
(2) Doronglah siswa untuk
berfikir, membuat skema atau diagram, dan membuat dugaan umum.
Gunakan frase semisal “ coba
tebak” atau “coba jawab”
(3) Jangan buru-buru
memberikan tanggapan. Tampung semua dugaan siswa. Ciptakan rasa penasaran
tentang jawaban yang sesungguhnya.
Sebagai variasi, buatlah siswa
berpasangan dan membuat dugaan secara kolektif.
(4) Gunakan pertanyaan
itu untuk mengarahkan siswa kepada apa yang hendak diajarkan. Anda perlu
memastikan bahwa siswa lebih menaruh perhatian terhadap pelajaran dibanding
biasanya.
b)
Menstimulir siswa untuk
belajar mandiri
Prosedur
(1) Bagikan kepada siswa
bahan ajar, disertai beberapa pertanyaan/masalah yang terurut dari yang
sederhana sampai yang kompleks.
(2) Perintahkan siswa
untuk mempelajari bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.
(3) Perintahkan siswa
untuk membubuhkan tanda tanya pada materi yang belum mereka pahami. Anjurkan
untuk menyisipkan tanda tanya sebanyak mungkin. Perintahkan siswa untuk
menyusun pertanyaan sebanyak mungkin terkait dengan tanda tanya yang mereka
bubuhkan
(4) Perintahkan siswa
untuk mengemukakan pertanyaan secara tertulis. Beri kesempatan siswa lain untuk
menanggapinya. Lakukan seterusnya sehingga semua pertanyaan siswa dibahas.
(5) Berikan penjelasan
sebagai sarana pemantapan dari jawaban atas pertanyaan siswa.
(6) Perintahkan siswa
menyelesaikan masalah dalam bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.
(7) Perintahkan siswa
untuk mengemukakan jawaban masalah. Berikan kesempatan siswa lain memberikan
komentar atau mengemukakan kemungkinan jawaban lain.
(8)
Berikan pemantapan jawaban atas
pertanyaaan
Jika
guru merasa bahwa siswa akan mengalami kesulitan mempelajari sendiri bahan
ajar, berikan sejumlah informasi yang mengarahkan mereka.
c) Menstimulir siswa untuk
belajar bersama dalam kelompok.
Prosedur
(1)
Perintahkan siswa secara mandiri
mempelajari bahan ajar
(2) Perintahkan untuk
menuliskan hal yang belum diketahui dalam bentuk pertanyaan.
(3) Perintahkan untuk
membentuk kelompok. Perintahkan masing-masing kelompok memberi nama kelompok
dengan nama dalam matematika, misalnya: kelompok aljabar, kelompok Phytagoras dan
sebagainya.
(4) Diskusikan
pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing anggota kelompok.
(5) Berikan tugas
memecahkan masalah, dengan petunjuk yang jelas. misalnya: tuliskan rumus,
gambarkan, buat skema atau diagram yang kamu gunakan untuk menjawab.
(6) Berikan peran pada
anggota kelompok. Misalnya: fasilitator, pencatat, juru bicara, pengatur waktu.
(7) Berikan kesempatan
masing-masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi di depan kelas.
(8) Perintahkan siswa
untuk kembali ke posisi semula dan lakukan salah salah satu berikut:
(a)
Membahas materi secara bersama
(b)
Dapatkan pertanyaan dari siswa
(c)
Beri siswa pertanyaan kuis
(d)
Sediakan latihan penerapan atau
kuis bagi siwa untuk menguji pemahaman mereka.
d) Belajar berpasangan
Prosedur:
(1)
Berikan kepada siswa, satu atau
beberapa permasalahan yang memerlukan perenungan dan pemikiran.
(2)
Perintahkan siswa untuk
menyelesaikan masalah secara perseorangan.
(3)
Setelah semua siswa menyelesaikan
masalah, aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan mereka untuk berbagi
jawaban satu sama lain.
(4)
Perintahkan pasangan untuk membuat
jawaban baru bagi tiap masalah, memperbaiki tiap jawaban perseorangan
(5)
Bila semua pasangan telah
menuliskan jawaban baru, bandingkan jawaban dari tiap pasangan dengan pasangan
lain di dalam kelas.
(6)
Perintahkan seluruh siswa untuk
memilih jawaban yang tepat untuk tiap pertanyaan.
Untuk
menghemat waktu, bagilah seluruh siswa dalam 4 kelompok besar berilah nama
kelompok. Berikan permasalahan yang berbeda pada masing-masing kelompok Pada
akhir sesi, perintahkan masing-masing kelompok untuk menyajikan jawaban
terbaiknya. Berikan hadiah pada jawaban terbaik.
e) Turnamen belajar
Prosedur:
(1)
Bagilah siswa menjadi sejumlah tim
beranggotakan 2 hingga 8 siswa. Pastikan bahwa tim memiliki jumlah anggota yang
sama. Perintahkan untuk memberi nama kelompok masing-masing.
(2)
Berikan bahan ajar kepada tim
untuk dipelajari bersama.
(3) Buat beberapa pertanyaan yang dapat menguji aspek ingatan dan
pemahaman terhadap materi yang diberikan. Gunakan format yang memudahkan
penilaian sendiri. Misalnya: pilihan
ganda, melengkapi, benar-salah, atau definisi istilah, menyatakan rumus atau
teorema.
(4) Perintahkan siswa
untuk menjawab secara perseorangan. Pastikan hal ini dilakukan oleh
masing-masing siswa.
(5) Setelah semua siswa
menyelesaikan jawaban mereka, aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan
mereka untuk berbagi jawaban satu sama lain.
(6) Lakukan diskusi kelas
untuk menentukan jawab pertanyaan.
(7) Perintahkan siswa
untuk menghitung jumlah pertanyaan yang mereka jawab dengan benar, dan mintalah
mereka untuk memberikan skor.
(8)
Perintahkan siswa untuk menyatukan skor mereka dengan anggota tim mereka
untuk mendapatkan skor tim. Umumkan skor dari tiap tim. Berikan hadiah atau
berilah tepuk tangan pada tim yang memperoleh skor tertinggi. Sebutlah
ini sebagai “ronde satu”.
(9)
Perintahkan mereka untuk belajar
lagi untuk ronde ke dua dalam turnamen.
Kemudian ajukan pertanyaan tes lagi sebagai bagian dari “ronde kedua”. Perintahkan
siswa dengan prosedur seperti ronde satu.
Turnamen
ini dapat dilakukan dengan jumlah ronde bervariasi dan waktu tiap ronde dapat dilakukan bervariasi, namun
pastikan bahwa setiap ronde siswa menjalani sesi belajar. Dengan kesepakatan
siswa, guru dapat memberikan penalti (hukuman) kepada siswa yang memberikan
jawaban salah dengan pengurangan nilai (misal -1 atau -2) dan memberikan nilai
0 pada siswa yang tidak menjawab.
f)
Menstimulir pembelajaran
antar siswa
Prosedur
(1)
Bentuklah kelompok dengan jumlah kelompok sesuai dengan topik (sub pokok
bahasan) yang akan dipelajari siswa. Topik dipilih yang saling terkait.
(2)
Beri setiap kelompok sejumlah
informasi, konsep, atau keterampilan untuk diajarkan kepada siswa lain.
(3)
Perintahkan setiap kelompok untuk
menyusun cara dalam menyajikan atau mengajarkan topik mereka kepada siswa lain.
Sarankan mereka untuk menghindari cara ceramah atau semacam pembacaan laporan.
Doronglah mereka untuk menjadikan pengalaman belajar sebagai pengalaman yang
aktif bagi siswa
(4) Kemukakan beberapa
saran berikut ini:
(a)
sediakan media visual
(b)
berikan kesempatan temanmu untuk
membaca materi terlebih dahulu.
(c)
gunakan contoh atau analogi untuk
menyajikan poin-poin pengajaran
(d)
libatkan temanmu dalam diskusi
atau tanya jawab.
(e) berikan kesempatan
pada temanmu untuk bertanya
(f) Berikan waktu yang
cukup untuk merencanakan dan mempersiapkan (baik di dalam maupun di luar
kelas). Kemudian perintahkan tiap kelompok untuk menyajikan pelajaran mereka.
Beri tepuk tangan atas usaha mereka.
Sebagai alternatif dari
pengajaran model ini adalah perintahkan siswa untuk mengajarkan atau memberi
bimbingan kepada siswa lain secara individual atau dalam kelompok kecil.
3) Strategi menutup
pembelajaran matematika
Pada kegiatan menutup
pembelajaran dapat dimanfaatkan guru untuk:
a)
memberikan kesempatan bagi siswa
merangkum atau membuat ikhtisar dari pelajaran pada hari itu,
b)
memotivasi siswa untuk mempelajari
ulang bahan ajar dan atau menyelesaikan tugas rumah secara mandiri atau kelompok,
c) memberikan informasi
bahan ajar pertemuan berikutnya,
d) mendapatkan penilaian
dari siswa guna perbaikan proses pembelajaran, dan
e)
memberikan salam penutup.
Cara yang baik untuk membelajarkan membuat ikhtisar bahan ajar adalah
memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat ikhtisar dan menyajikan
ikhtisar kepada siswa lain. Strategi berikut dapat digunakan guru:
Prosedur
a)
Jelaskan kepada siswa bahwa bila
guru yang membuat ikhtisar pelajaran, itu bertentangan dengan prinsip belajar
aktif.
b) Bagilah siswa menjadi
kelompok beranggotakan dua hingga 4 orang.
c)
Perintahkan setiap kelompok untuk membuat ikhtisar pelajaran pada hari itu.
Doronglah setiap kelompok untuk membuat uraian singkat guna disampaikan pada
kelompok lain. Gunakan pertanyaan panduan, misalnya:
(1)
Apa judul materi yang baru saja
dipelajari?
(2) Tuliskan definisi
atau rumus yang baru saja dipelajari secara terurut!
(3) Digunakan dalam
masalah apa saja rumus yang baru di pelajari?
3
Pembelajaran Efektif.
Dalam proses belajar mengajar agar
didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran
yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan
bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan, apalagi untuk siswa didik
yang mengikuti program akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat
dibanding dengan siswa didik yang duduk di kelas reguler . Menurut Daniel Muijs
dan David Reynolds (2008 : 65 – 66) Suatu pengajaran klasikal agar efektif maka
harus jauh dari sekedar menyampaikan isi pelajaran dengan gaya ceramah kepada
murid. Hampir semua peneliti sepakat tentang pentingnya interaksi antara guru
dan siswa.
Didalam studinya terhadap siswa sekolah
dasar di Inggris ( Daniel Muijs , 1999) menemukan efek - efek positif dari seringnya menggunkaan
tanya jawab , komunikasi dengan kelas dan menggunakan petanyaan dan pernyataan
tingkat tinggi selain itu perlu pentingnya interaksi untuk pengajaran yang
efektif.
Peneliti – peneliti di Amerika telah menunjukkan pentingnya
interaksi, di dalam penelitian – penelitian mereka sebelum studi – studi yang
dilakukan di eropa. Rosenshine dan Furst ( 1973 ) menemukan penggunaan beragam
pertanyaan sebagai sebuah faktor krusial di dalam penelitian mereka yang
dimulai tahun 1960 sampai dengan 1970.
Karena pentingnya interaksi dan tanya
jawab sebagai elemen yang paling luas diteliti dalam peneltian tentang
mengajar. Oleh karena itu perlu diketahui dalam tanya jawab yang efektif dan interaksi yang efektif dalam
pembelajaran.
Tanya jawab dapat digunakan untuk
memeriksa pemahaman siswa untuk memberikan dasar pada pembelajaran siswa, untuk
membantu siswa dalam mengklarifikasikan dan memverbalisasikan pikiran mereka,
dan membantu siswa mengembangkan sense of mastery ( perasaan menguasai sesuatu
). Tanya jawab yang efektif dapat
terjadi bila penguasaan diri yang solid tentang strategi – strategi mana yang
paling efektif.
Di dalam pembelajaran yang mengunakan
pembelajaran langsung , berbagai pertanyaan perlu dilontarkan pada awal
pelajaran , ketika topik dari pelajaran sebelumnya diulas. Agar tanya jawab
efektif tercapai maka seorang pengajar perlu mencampur pertanyaan tingkat
tinggi dan tingkat rendah mencakup produk dan proses serta pertanyaan terbuka
dan tertutup , namun seorang pengajar harus memastikan bahwa ada cukup banyak
pertanyaan proses tingkat tinggi dan terbuka.
Dalam tanya jawab yang efektif dalam
pembelajaran langsung bila siswa
menjawab benar diberikan respon positif namun impersonal dan bila
seorang siswa memberikan jaaban yang kurang sepenuhnya benar , maka pengajar poerlu
memberikan prompt kepadanya untuk menemukan jawaban yang benar.
Bentuk interaksi lain yang efektif dalam
pembelajaran adalah diskusi kelas, namun suatu diskusi agar efektif perlu
disiapkan dengan seksama. Pengajar perlu memberikan pedoman yang jelas kepada
siswa tentang apa yang didiskusikan. Selama diskusi siswa perlu dipastikan
untuk tetap pada tugasnya, dan guru perlu menuliskan poin – poin utama yang
muncul selama diskusi. Setelah diskusi poin-poin utama ( produk diskusi ) ini
dapat dirangkum dan siswa diminta untuk meberikan komentar tentang seberapa
baik diskusi itu tersebut berjalan ( proses diskusi ).
Agar pembelajaran afektif guru juga harus
memastikan bahwa siswa – siswa yang pemalu yang mungkin kurang aktif untuk diberikan kesempatan dalam keterlibatannya
dalam proses belajar mengajar.
4
Hasil belajar Matematika.
Penekanan pembelajaran matematika
lebih diutamakan pada proses dengan tidak melupakan pencapaian tujuan. Proses
ini lebih ditekankan pada proses belajar matematika seseorang. Tujuan yang paling
utama dalam pembelajaran matematika adalah mengatur jalan pikiran untuk
memecahkan masalah bukan hanya menguasai konsep dan perhitungan walaupun
sebagian besar belajar matematika adalah belajar konsep struktur ketrampilan
menghitung dan menghubungkan konsep-konsep tersebut. Andi Hakim Nasution
(1982:12 ) mengemukakan bahwa dengan menguasai matematika orang akan belajar
menambah kepandaiannya.
Sementara itu Nana Sudjana (1995:22
) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan–kemampuan yang
dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman belajarnya. Gagne ( 1977:47-48
) mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk kapabilitas
yakni ketrampilan intelektual strategi kognitif , informasi verbal ,
ketrampilan motorik dan sikap.
Gagne dan Briggs (1978:49-55)
menerangkan bahwa hasil belajar yang berkaitan dengan lima kategori tersebut
adalah : (1) ketrampilan intelektual adalah kecakapan yang berkenaan dengan
pengetahuan prosedural yang terdiri atas deskriminasi jamak, konsep konkret dan
terdefinisi kaidah serta prinsip, (2) strategi kognitif adalah kemampuan untuk
memecahkan masalah–masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing –
masing individu dalam memperlihatkan, mengingat dan berfikir, (3) informasi
verbal adalah kemampuan untuk mendiskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan
jalan mengatur informasi –informasi yang relevan, (4) ketrampilan motorik
adalah kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan–gerakan yang
berhubungan dengan otot, (5) sikap merupakan kemampuan internal yang berperan
dalam mengambil tindakan untuk menerima atau menolak berdasarkan penilaian
terhadap obyek tersebut. Bloom (1976:201-207) membagi hasil belajar menjadi
kawasan yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kawasan kognitif berkenaan
dengan ingatan atau pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan-
ketrampilan. Kawasan afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta
pengembangan pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai.
Kawasan psikomotor adalah
kemampuan–kemampuan menggiatkan dan mengkoordinasikan gerak. Kawasan kognitif
dibagi atas enam macam kemampuan intelektual mengenai lingkungan yang disusun
secara hirarkis dari yang paling sederhana
sampai kepada yang paling kompleks, yaitu (1) pengetahuan adalah
kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari, (2) pemahaman adalah
kemampuan menangkap makna atau arti suatu hal, (3) penerapan adalah kemampuan
mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi–situasi
baru dan nyata, (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi
bagian–bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, (5) sintesis
adalah kemampuan untuk memadukan bagian–bagian menjadi satu keseluruhan yang
berarti, (6) penilaian adalah kemampuan memberi harga sesuatu hal berdasarkan
kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern atapun yang ditetapkan
lebih dahulu.
Berdasarkan pandangan-pandangan dari
para ahli tersebut diatas maka yang dimaksud dengan hasil belajar matematika dalam penelitian ini adalah hasil dari seorang
siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar matematika yang diukur dari
kemampuan siswa tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika
B Hasil Penelitan yang Relevan.
Sudah cukup
banyak penelitian yang membahas tentang prestasi belajar matematika di SMA
namun masih sedikit peneliti yang meneliti berkaitan dengan materi matematika
pada suatu pokok bahasan. Sepengetahuan
peneliti belum ada peneliti yang meneliti tentang penggunaan strategi pembelajaran
aktif untuk meningkatkan efektifitas
pembelajaran materi logaritma pada kelas program akselerasi.
C
Kerangka Pemikiran.
Dengan
menerapkan strategi pembelajaran aktif maka seorang siswa akan selalu terlibat
secara langsung dalam pembelajaran , sehingga dengan keterlibatan ini materi
yang dibahas akan selalu teringat dalam pemikirannya dan konsep yang harus
dikuasai siswa akan mudah diterimanya hal ini sesuai dengan prinsip learning by
doing yang menytakan bahwa pembelajaran akan cepat dikuasai siswa dengan siswa
tersebut ikut aktif dalam pembelajaran.
Bertolak
dari pemikiran bahwa membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan memudahkan
siswa menerima konsep yang harus dikuasainya maka secara otomatis langkah
membawa siswa aktif dalam belajar ini merupakan suatu langkah yang efektif
untuk menyampaiakan suatu materi ajar.
Secara grafis pemikiran yang dilakukan
oleh peneliti dapat digambarkan dengan bentuk diagram sebagai berikut :
Gambar 1
Diagram kerangka berfikir
Sory diagram tak tampak
D
Hipotesis Tindakan
Dari uraian pada kajian teori
yang telah dipaparkan maka dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut: ” Melalui
strategi pembelajaran aktif dapat
meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma bagi siswa kelas X
program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta
tahun pelajaran 2008 – 2009 ”
BAB III.
PROSEDUR PENELITIAN
A Setting Penelitian.
1.
Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini
dilaksanakan dengan mengambil lokasi di SD Negeri 1 Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu dengan pertimbangan : (a) Di SD Negeri 1 Tegowanu Kulon perlu adnya peningkatan kwalitas sehingga perlu adanya penelitian tentang pendekatan pembelajaran yang
paling efektif sehingga prestasi siswa
pada pelajaran Agama tersebut sesuai dengan harapan. (b)
kemudahan dalam pelaksanaan penelitian karena peneliti merupakan Guru pendidik di SD Negeri 1 Tegowanu Kulon (c) Adanya ikatan batin yang baik
antara peneliti dengan seluruh warga sekolah.
2 Waktu
Penelitian.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dari bulan Juli tahun 2011 sampai dengan bulan Oktober tahun 2011, menggunakan jenis perlakuan tindakan kelas ( class room action research )
dengan menggunakan 2 siklus.
B
Subyek Penelitian.
Subyek dari penelitian
tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI SDN 1 Tegowanu Kulon tahun ajaran 2011 – 2012. Pengambilan subyek penelitian ini
didasarkan pada kondisi kelas yang mampu mewakili siswa kelas VI secara keseluruhan, ini dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan
peneliti ingin mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk
meningkatkan penguasaan materi Pendidikan Agama Islam
bagi para siswa yang dalam belajarnya kurang efesien ,
C
Tehnik dan alat pengumpul Data
Dalam penelitian tindakan
kelas ini dalam pengumpulan data digunakan berbagai tehnik antara lain :
1. Tes Tertulis
Tes tertulis disini digunakan untuk
mengumpulkan data siswa berkenaan hasil pengusaan materi logaritma yang
dikuasai siswa , setelah siswa mengikuti suatu proses perlakuan yang dilakukan oleh peneliti, sehingga
didapatkan hasil yang akurat dan dapat menggambarkan secara jelas kemampuan
siswa dalam menguasai materi pendidikan Agama tersebut.
2. Alat Pengumpul Data.
Untuk mengetahui kemampuan yang dikuasai
siswa dalam penguasaan materi yang dijadikan obejek penelitian ini, peneliti menggunakan alat yang berupa tes
tertulis yang telah dirancang oleh peneliti sesuai dengan tujuan yang telah
tertuang didalam kisi – kisi soal .
3. Deskripsi perilaku
ekologis
Pada teknik ini peneliti mencatat
observasi dan pemahaman urutan perilaku siswa dengan lengkap meliputi :
a. suasana kelas
b. perilaku masing –
masing siswa saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas
pada penggunaan metode ini peneliti hanya
untuk mengumpulkan data dan bukan untuk menafsirkan data.
D
Validasi Data
Penelitian
ini dipergunakan untuk mencari suatu strategi pembelarjaran yang tepat untuk
meningkatkan penguasaan materi Pendidkan Agama secara efektif dan efisien, sehingga arah
penelitian ini yaitu mengaktifkan dan memberi kefahaman pada siswa dalam penguasaan
materi logaritma dengan efektif, dan untuk pengukuran masalah tersebut peneliti
menggunakan alat pengumpul data yang berupa tes tertulis yang berupa soal dan
dilengkapi dengan kisi – kisi soal secara lengkap.
Pada penelitian tindakan kelas
ini proses validasi data dilakukan dengan meminta penilaian terhadap para ahli
dan praktisi berkenaan dengan isi dan kisi – kisi dari tes tertulis yang
digunakan sebagai alat pengumpul data, sehingga alat yang digunakan untuk
mengukur kemampuan siswa dalam penelitian ini kevalidannya benar-benar dapat
dipertanggung jawabkan.
E
Indikator Keberhasilan
Hasil penelitian tindakan
kelas ini tercapai sesuai dengan harapan bila dalam penelitian ini :
1.
Penguasaan materimatematika kelasVI SDN1 Tegowanu Kulon pada akhir penelitian ini
meningkat hingga mencapai 90 % siswa telah mencapai nilai diatas batas
ketuntasan minimal.
2. Penggunaan strategi pembelajaran aktif
merupakan strategi yang efektif untuk
mengajarkan materi matematika, dalam hal ini ditandai dengan peningkatan hasil
nilai yang didapatkan masing – masing siswa.
F
Prosedur Penelitian
Tiap Siklus
Sebelum
mengadakan tindakan pada penelitian ini ,maka peneliti mengadakan observasi
cara mengajar guru dalam kelas serta mencari data kemampuan awal penguasaan
materi logaritma dari siswa.
Seperti
telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya pada penelitian tindakan kelas ini
dilakukan dalam 2 siklus namun bila dari dari dua siklus yang direncanakan
masih terdapat masalah yang harus dipecahkan maka dapat dilanjutkan dengan
siklus berikutnya.
Pelaksanaan
prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1
Diskripsi siklus I.
a. Tahap perencanaan
tindakan.
Dalam tahap perencanaan
tindakan pada siklus ini, kegiatan yang dilakukan adalah:
1) Peneliti menyusun
silabus yang berkaitan dengan materi logaritma.
2) Peneliti merancang
skenario pembelajaran yang dapat mengaktifkan secara kelompok besar.
3) Merancang alat
pengumpul data yang berupa tes dan digunakan untuk mengetahui pemahaman kemampuan siswa yang berkaitan dengan materi
logaritma.
b. Tahap pelaksanaan
tindakan.
1) Pada siswa diberikan
penjelasan umum tentang tujuan penelitian tindakan kelas sesuai dengan
rancangan yang telah direncanakan, baik mengenahi pengumpulan data maupun
kegiatan –kegiatan yang lain.
Kegiatan dalam penelitian
tindakan kelas ini meliputi : (a) Memberikan penjelasan secara umum tentang
pokok bahasan yang diajarkan dengan mengunakan strategi pembelajaran aktif
dengan tehnik menstimulir rasa ingin tahu siswa (b) Mendorong siswa yang belum
aktif untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran. (c) Mengamati dan
mencatata siswa yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran (d) Mengumpulkan
hasil pengujian yang diperoleh siswa dalam mengerjakan tugas (e) Menganalisa hasil tes yang diberikan
setelah siswa diajar dengan tehnik menstimulir secara kelompok besar.
2) Peneliti mengajar
sesuai dengan skenario pembelajaran klasikal yang telah dirancang dan mencatat
kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh masing – masing siswa.
3) Peneliti memberikan
evaluasi pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa berkaitan dengan materi
logaritma.
c. Tahap observasi
tindakan.
Peneliti mengamati dan
mencatat semua kejadian yang terjadi pada saat siswa mengikuti pengajaran dan
menanyakan pada siswa yang kurang aktif
dalam pembelajaran tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
d. Tahap refleksi.
Peneliti menganalisa hasil
pekerjaan siswa dan hasil observasi yang dilakukan pada siswa guna menentukan
langkah berikutnya.
Peneliti membuat
pengelompokkan siswa didasarkan pada hasil yang didapatkan siswa pada evaluasi
yang dilakukan.
2.
Diskripsi siklus II.
a. Tahap perencanaan
tindakan.
1) Mempersiapkan
fasilitas dan sarana yaitu dengan membuat kelompok siswa dengan penyebaran
siswa yang menguasai materi awal yaitu materi yang telah disampaikan pada
siklus I .
2) Membuat pengurus pada
masing – masing kelompok mencakup fasilitator, pencatat , juru bicara dan
pengatur waktu.
3) Membuat bahan ajar
yang akan disampaikan pada masing – masing kelompok.untuk didiskusikan
b. Tahap pelaksanaan
tindakan.
1) Peneliti memberikan
penjelasan tentang pokok bahasan logaritma yang akan dipelajari serta
menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan berkaitan dengan pengajaran dalam
tehnik menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok.
2) Siswa yang telah
menguasai pada materi awal di siklus I dimohonkan memimpin pembahasan bahan
ajar yang diberikan peneliti. Bahan ajar yang diberikan berisi tugas memecahkan
masalah tindak lanjut dari siklus I.
3) Memberi kesempatan
pada masing – masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi
4) Pembahasan materi
ajar yang siswa dalam satu kelas mengalami kesulitan ataupun salah dalam
apersepsinya
5) Memberikan evaluasi
pada siswa untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai pengerjaan soal
integral.
c. Tahap observasi
tindakan.
1) Peneliti mencatat
hasil-hasil yang diperoleh anak didik serta mencatat kesalahan – kesalahan yang
dilakukan anak didik dalam mengerjakan masalah yang berkaitan dengan bahan ajar
yang diberikan.
2) Peneliti mencatat
kesalahan –kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan
ajar yang diberikan..
d. Tahap refleksi.
Peneliti membuat inventarisasi
kesulitan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan ajar yang
diberikan serta mendata siswa yang telah mampu menyelesaikan soal evaluasi dan
mampu mendapatkan nilai diatas standart ketuntasan belajar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Dari
penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas X program
akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta ini , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
- Dengan membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan penguasaan materi logaritma dari siswa yang bersangkutan.
- Pembelajaran aktif merupakan strategi yang efektif untuk menyampaikan materi logaritma bagi siswa program akselerasi.
- Pembelajaran dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan penguasaan materi matematika dari siswa , selain itu dengan kelompok kecil ini kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan lebih baik.
- Penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam belajar merupakan langkah yang efektif bagi siswa yang mengambil program akselerasi karena siswa dapat bersosialisai dan saling tukar informasi dan ide atau langkah – langkah kerja untuk menyelesaikan suatu masalah dengan teman sebayanya, hal ini sesuai dengan pendapat dari Vygotsky , aktivitas kalaboratif (perpaduan) di antara anak-anak akan mendukung dan membantu dalam pertumbuhan mereka, karena anak-anak yang seusia lebih senang bekerja dengan orang yang satu zone (zone of proximal development, zpd) dengan yang lain, artinya proses muncul ketika ada ketertarikan antar sesama anggota kelompok yang seusia
B.
Saran.
Setelah
mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa program akselerasi ini maka
disarankan pada :
- Guru dalam mengajar perlu memperhatikan paradigma- paradigma baru sehingga dalam mengajar tidak monoton.
- Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa yang akan diberi pelajaran.
- Guru dalam mengajar perlu menjadikan siswa sebagai jiwa dengan potensi yang lebih , sehingga guru cukup sebagai fasilitator agar siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan sebaik-baiknya.
- Guru perlu mencari strategi yang efektif untuk mengajarkan materi tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dari siswa dan materi yang akan diajarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Daniel
Muijs dan David Reynolds 2008. EffectiveTteaching
Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Russeffendi
1988. Pengantar kepada membantu guru
mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan
CBSA. Bandung : Tarsito
Nana
Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses
Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Andi
Hakim Nasution. 1982. Landasan Matematika.
Jakarta : Bharata Karya Aksara.
Gagne,
Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles
of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.
Hisyam
Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2007, Strategi PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar